------
Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah, segala puji
bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman dan islam. Shalawat serta
salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW,
keluarga, sahabat, dan pengikut beliau hingga akhir zaman.
Ibu-ibu yang dirahmati
Allah,
Pada kesempatan yang mulia
ini, izinkan saya menyampaikan beberapa pesan tentang pentingnya dakwah
perempuan dalam Islam. Dakwah adalah kewajiban setiap muslim, baik laki-laki
maupun perempuan. Dakwah bukan hanya tugas para ulama, tetapi juga tugas kita
semua untuk menyampaikan kebaikan dan kebenaran kepada sesama.
Peran perempuan dalam
dakwah sangatlah penting. Di zaman Rasulullah SAW, para sahabiyah (sahabat
perempuan) memiliki peran yang sangat besar dalam menyebarkan ajaran Islam.
Contohnya adalah Khadijah Radhiyallahu Anha, istri pertama Rasulullah SAW, yang
selalu mendukung dan membantu Rasulullah dalam menyebarkan Islam. Begitu pula
dengan Aisyah Radhiyallahu Anha, istri Rasulullah yang banyak meriwayatkan
hadits dan mengajar banyak sahabat tentang ilmu agama.
Ibu-ibu yang berbahagia,
Perempuan memiliki
kemampuan dan keistimewaan yang bisa dimanfaatkan dalam dakwah. Salah satunya
adalah kemampuan berbicara dan berinteraksi dengan orang lain. Perempuan bisa
menggunakan kemampuan ini untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada
keluarga, teman, dan masyarakat sekitar. Selain itu, perempuan juga memiliki
kepekaan dan kelembutan hati yang bisa menarik orang lain untuk mendengarkan
dan menerima dakwah dengan baik.
Namun, dalam menjalankan
dakwah, perempuan harus tetap menjaga adab dan etika dalam Islam. Berpakaian
sesuai dengan syariat, menjaga pergaulan, dan selalu menjaga niat lillahi
ta'ala (karena Allah semata). Dakwah yang dilakukan dengan hati yang ikhlas dan
cara yang baik insya Allah akan mendapatkan ridha Allah SWT.
Ibu-ibu yang dirahmati
Allah,
Marilah kita semua, terus
berusaha untuk menjalankan dakwah di mana pun kita berada. Sebelum saya akhiri,
saya teringat sebuah kidung jawa saat saya masih remaja, judulnya Gusti Allah
iku Siji. Mungkin diantara ibu-ibu, pernah mendengarnya.
Sholatullah salamullaah,
‘ala yasiin habibillaah.
Gusti Allah iku siji,
Pangeran kang disuwuni.
Ora kakung ora putri, Ora ana sing madani.
Gusti Allah iku kuasa,
Tanpa garwa tanpa putra.
Tanpa ibu tanpa rama, Gawe
kewan lan manungsa.
Gusti Allah Maha Rahman,
Gawe srengenge lan rembula.
Gawe Bumi lan wit-witan,
Kanggo urip panguripan.
Gusti Allah Maha Kuat, kang
nyiptakne Nur Muhammad.
Ayo pada maca shalawat, ben
slamet dunya akherat.
Di dalam kidung ini
tersirat makna ketauhidan. Dalilnya merujuk pada Al-Quran, atau dapat kita
temukan ringkasnya dalam surat Al-Ikhlas. Semoga Allah SWT senantiasa
memberikan kita kekuatan dan hidayah untuk terus berada di jalan-Nya. Terus
berdakwah dengan apapun yang kita bisa dan jangan berhenti belajar. (Amin ya
Rabbal ‘alamin) Semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat, bila ada kekurangan
mohon dimaafkan.
Wassalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh.

No comments:
Post a Comment