Pagi tadi, menjadi terasa spesial saat aku dan Bapak duduk di ruangan itu. Kami menikmati Sabtu pagi berdua. Moment yang bisa dibilang langka selama aku menjadi mahasiswa. Karena biasanya Sabtu-Ahad adalah hari yang justru penuh dengan jadwal keluar. Dulu, sering sekali diskusi dengan Bapak, apalagi ketika malam hari. Diskusi kami bisa sampai larut malam bahkan. Namun kini, setiap ada kesempatan berdiskusi dengan Bapak, menjadi terasa istimewa. Mengingat Bapak juga makin sibuk dengan aktivitas kantornya.
Kami duduk dan berdiskusi ditemani segelas susu jahe hangat. Terkadang Bapak-lah yang justru membuatnya lebih dulu, untuk beliau minum, kemudian disisakan untukku. Hehe... Bapak terlalu baik, seharusnya Nisa yang membuatkannya untuk Bapak. Saat itu kami mendiskusikan banyak hal, mulai dari pertanyaan seputar agama, pemilu, kondisi masyarakat saat ini dan lain-lain. Terkadang pendapatku berbeda dengan Bapak, tapi juga banyak yang sepemikiran. Dan sesekali Bapak membuatkku kagum dengan pemikirannya yang luarbiasa bijaksana. Bersyukur memiliki Bapak, ingin kelak punya suami seperti Bapak yang sabar, kreatif, suka membaca, bijaksana, dan taat.
Setelah lama berbincang,tiba-tiba terlihas satu pertanyaan yang sangat ingin kutanyakan. Lalu akhirnya kuberanikan bertanya hal itu padanya.Yang dalam bahasa Indonesia intinya seperti ini "Maaf Pak, dulu kenapa Bapak memberiku nama Anisa Fatimah?" Setelah kutanya padanya, beliau terdiam sejenak. Kemudian beliau menjawab, dan ternyata sungguh tulus doa yang ia berikan padaku.
Inti dari jawaban beliau begini, "Harapannya Allah membinamu dengan ilmu dan pengetahuan. Menjadi wanita yang terpisah dari segala jenis keburukan dan kekotoran. Dan supaya Allah memisahkan api neraka darimu dan dari para pecintamu. Bapak ingin kau menjad seperti Fatimah az-Zahra putri Rasulullah."
Aku menangis dalam hati. Aamiin, batinku.. Terharu dengan perkataan yang disampaikan Bapak. Masya Allah, sungguh tinggi sekali harapan Bapak terhadapku. Sedangkan, jika melihat kondisiku saat ini, aku merasa sangat jauh dari yang beliau inginkan. Ya Allah, Engkau satu-satunya tempatku meminta dan bergantung. Bimbing hamba mewujudkan harapan Bapak. Semoga apa yang ku usahakan saat ini Engkau ridho-i ya Allah.. Amiin..
Bapak, aku mencintaimu karena Allah... Jazakallahu khairan katsir. Terimakasih atas kerja kerasmu beserta Ibu membimbing dan merawatku hingga saat ini. Jasa Bapak-Ibu takkan pernah terbalas, sungguh sampai kapanpun takkan terbalas. Kami hanya mampu menghormati dan memuliakanmu selama kami hidup didunia ini. Semoga engkau sehat selalu dan berada dalam berlindungan dan kasih sayangNya. Barakallahufika... Aamiin...
#LoveAbi
#LoveUmmi
#LoveAllCozAllah


No comments:
Post a Comment