Monday, December 22, 2014

Siapakah dia?



Sejuk gemericik air di padang gersang
Basah terasa aliri pipa yang kering
Hangat sentuhannya damai terasa
Menyertai langkah kita di sepanjang hayatnya

Kasih sayangnya sehangat mentari pagi
Belaian tangannya selembut angin sutra
Senyum manisnya hiburkan hati nan duka
Pandang matanya tajamkan hati nan suci

Ia adalah tawa disaat susah
Senyum di waktu sedih
Harapan di saat kecewa
Ramai di saat sepi
Cair di tengah kekakuan
Canda di tengah ketegangan

Cubitan kecil
Timangan sayang
Suapan hangat
Usapan lembut
Tepukan di pantat
Dan pandangan bahagianya melihat kelucuan kita

Luar biasa...
Semua adalah tiupan lembut nafas cinta
Tiupan yang mengantarkan kita ke gerbang kedewasaan
Meninggalkan rangkakan masa kanak
Berlari menuju kedewasaan

Ia adalah nafas yang lembut
Yang memekarkan kuncup menjadi bunga

Tapi kadang, kita sendiri
Adalah tangis di suatu kala untuknya
Yang sebenarnya tak pernah kita inginkan

Allah telah mewasiatkan orang tua kepada kita
Bukan untuk dibayar segala jasanya dengan harga
Memang siapa kita?
Sehingga bisa menghitungnya?
Dan siapa pula kita?
Sehingga mengaku-aku bisa mengganti semuanya?
Bukan itu!
Tidak akan pernah!

Ada harga lain yang mungkin tidak akan cukup
Tapi ia adalah nilai yang melampaui harga
kelima huruf penyusunnya: CINTA.






No comments:

Post a Comment